Pertemuan 6
Saksikan Video berikut ini:
Salam Sejahtera untuk kita semua...
Bagaimana kabar ananda hari ini? Mudah-mudahan sehat selalu dan berada dalam perlindungan-Nya. Berjumpa kembali pada hari Jum'at ini bersama Pak Andi dalam pelajaran BMR, sebelum kita mulai silahkan ananda isi absen sesuai kelas masing-masing;
Absen 7.1, Silahkan Klik DISINI
Absen 7.2, Silahkan Klik DISINI
Absen 7.3, Silahkan Klik DISINI
Absen 7.4, Silahkan Klik DISINI
Absen 7.5, Silahkan Klik DISINI
Absen 7.6, Silahkan Klik DISINI
Absen 7.7, Silahkan Klik DISINI
Absen 7.8, Silahkan Klik DISINI
Mari kita mulai pelajaran hari ini dengan berdo'a menurut agama masing-masing, berdo'a mulai...
Adapun yang akan kita bahas hari ini, yaitu:

Minggu yang lalu sudah kita bahas mengenai perbedaan kampung dan bandar. Dalam tradisi melayu, perkampungan itu identik dengan perkumpulan masyarakat yang diikat oleh tradisi (kebiasaan turun temurun) sangat kuat, sedangkan bandar merupakan perkampungan atau daerah yang berdiri dalam sebuah kerajaan yang ada.
Pada umumnya kerajaan yang terdapat di RIAU, berlokasi dekat tepi sungai atau laut. Ini dikarenakan transportasi yang digunakan pada masa itu kebanyakan menggunakan sampan dan kapal laut. Dikarenakan sungai/laut merupakan lalu lintas transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat melayu, maka berdirilah bandar/perkampungan sebagai penyokong kehidupan ekonomi masyarakat setempat.
Bagaimana proses evolusi (perubahan) kampung dan bandar pada masyarakat melayu RIAU?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkan ananda buka dan baca buku cetak BMR halaman
9 - 13.
Ada beberapa tahapan dalam evolusi (perubahan) masyarakat dan pemerintahan pada masa itu yang dimulai dari: Teratak ⇨ Dusun ⇨ Kampung ⇨ Negeri ⇨ Rantau ⇨ Kerajaan. Coba ananda baca ulang pengertian teratak, dusun, kampung, negeri, rantau, dan kerajaan pada buku BMR masing-masing.
Dari proses evolusi tersebut, tentunya kehidupan masyarakat melayu pun ikut berubah, mulai dari model rumah, pekerjaan, sampai pada perubahan tradisi yang berkembang saat ini. Berikut ini bapak tampilkan video model rumah masyarakat melayu waktu dulu, silahkan lihat videonya:
Ini membuktikan bahwasannya tidak hanya model rumah saja yang berbeda, akan tetapi ciri kehidupan sosial masyarakat melayu diperkampungan dan perkotaan pun ikut mengalami perubahan (evolusi).
Nah, bagaimana perbedaan kehidupan sosial masyarakat melayu dikampung dan perkotaan? untuk jawaban tersebut silahkan dikerjakan tugas berikut ini:
Tugas hari ini:
- Buatlah ringkasan materi hari ini pada buku catatan masing-masing dengan menggunakan buku cetak BMR halaman 9 - 13 sebagai panduannya. Tulis judulnya "Proses Evolusi Kampung dan Bandar."
- Carilah informasi dari berbagai sumber seperti: Keluarga, tetangga, teman sepermainan yang bersuku melayu, mengenai ciri-ciri kehidupan masyarakat melayu Riau di perkampungan dan di perkotaan! Perbedaan tersebut bisa dilihat dari segi tempat tinggal/rumah, pekerjaan, tradisi, kepemimpinan, dll. (paling sedikit 5 perbedaan). Jika tidak memiliki keluarga atau teman yang bersuku melayu, bisa juga dicari melalui internet.
- Tugas ringkasan dan latihan ini dikerjakan pada buku catatan BMR, dikumpul apabila kita sudah memulai pembelajaran tatap muka.

Demikian perjumpaan kita hari ini, mudah-mudahan ananda tetap bersemangat dalam belajar, tetap jaga kesehatan dan jangan lupa beribadah.
Mari kita tutup pelajaran hari ini dengan berdo'a menurut agama masing-masing. Berdo'a mulai...
Wassalam...sampai jumpa minggu depan
Makam Datuk Laksamana Raja Dilaut
![]() |
| Rumah Melayu Tahun 1910 M |
![]() |
| Ilustrasi Bandar pada suatu kerajaan |


0 Response to "Pertemuan 6"
Posting Komentar